Tema

Bagaimana memanfaatkan akses Internet untuk mendorong perekonomian yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan di seluruh pelosok Tanah Air?

Pemerintah telah meluncurkan program Desa Pinter (Desa Punya Internet) untuk menyediakan akses Internet hingga di tingkat Kecamatan. Tidak tanggung-tanggung, dana yang disiapkan mencapai Rp 2 triliun. Targetnya, pada 2015 semua Desa sudah tersambung ke Internet, mengikuti target PBB. Tahun ini, ada 5.748 Kecamatan di seluruh Indonesia sudah menikmati akses Internet. Desa Pinter adalah kelanjutan dari program sebelumnya,Desa Berdering yang menyediakan 27.000 sambungan telepon di 10.000 desa. Jadi setelah telepon nyambung, Internet juga nyambung.

So what?  Kalau cuma akses saja, apakah bermanfaat bagi masyarakat desa? Menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) ada hubungannya antara ekonomi dan akses Internet, menuju masyarakat broadband.  Sambungan Internet itu harus ada isinya, seperti aplikasi bisnis. Apa lagi solusi kreatif yang bisa membuat Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam Desa Pinter ini bisa meningkatkan produktivitas dan tingkat taraf hidup desa dan masyarakatnya, baik dalam hal perekonomian maupun pendidikan.

Solusi kreatif itu tentunya harus memperhatikan: (1) Faktor kesiapan masyarakat untuk menyerap atau menerima teknologi baru,(2) Faktor sosial budaya lokal dan (3) Faktor produk unggulan dan daya saing daerah.

Pemberdayaan ICT untuk Desa Pinter dapat dengan memanfaatkan berbagai aplikasi pendukung eBusiness antara lain web hosting/internet colocation, pembayaran online sejenisZIS Bersamaaplikasi berbasis smsbulk mailervideo conference maupun aplikasi/teknologi yang lainnya.

Latar Belakang

Pedesaan selama ini kurang memiliki akses terhadap informasi yang kurang. Hal ini tentu berbeda dengan perkotaan, di mana masyarakan dapat Pedesaan selama ini kurang memiliki akses terhadap informasi yang kurang. Hal ini tentu berbeda dengan perkotaan, di mana masyarakan dapat dengan mudah mencari rujukan atau jawaban jika memiliki pertanyaan maupun keluhan. Ini disebabkan karena di perkotaan, terdapat banyak para ahli dan pakar yang dapat membantu (selain berbagai fasilitas seperti perpustakaan maupun penggunaan internet yang relatif lebih fasih di perkotaan). Tentu hal ini berbeda dengan warga pedesaan, di mana sangat sedikit atau bahkan tidak ada ahli atau pakar di desa yang dapat sewaktu-waktu membantu permasalahan yang dialami warga sekitar. Padahal, seringkali permasalahan tersebut berkaitan dengan beberapa bidang yang berkaitan dengan taraf hidup orang banyak (contoh kesehatan, pendidikan, dll). Diharapkan dengan adanya program internet di desa yang digalakkan pemerintah, dapat tercipta suatu media yang dapat menjembatani antara permasalahan yang dialami warga desa dengan solusi yang mungkin dapat disediakan oleh pakar-pakar di kota tanpa harus melakukan tatap muka berulang-ulang.

Lingkup Permasalahan

Warga desa sering tidak memiliki tempat rujukan yang memadai untuk pertanyaan maupun keluhan yang mereka alami. Jika ada pun, mereka Warga desa sering tidak memiliki tempat rujukan yang memadai untuk pertanyaan maupun keluhan yang mereka alami. Jika ada pun, mereka harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pergi ke kota untuk mencari jawaban atas keluhan mereka. Padahal, dengan mengeluarkan biaya sebesar itu, belum tentu mendapatkan hasil yang nyata.

Solusi

Untuk mengatasi permasalahan di atas, dibuatlah suatu sistem pakar. Sistem pakar adalah suatu sistem khusus di mana sistem tersebut memiliki sekumpulan pengetahuan dari para ahli yang sudah disimpan dalam bentuk khusus dan dapat bertindak sebagai ‘pakar’ dalam membantu user mengidentifikasi serta mengatasi permasalahan. Sistem pakar ini akan menjadi rujukan bagi para warga yang ingin mendapatkan solusi jika dirasa warga desa lainnya tidak dapat membantu/tidak tahu solusinya. Contoh dari sistem pakar ini adalah: seorang warga memiliki keluhan penyakit yang tidak diketahui. Lalu warga tersebut menggunakan sistem pakar ini. Sistem akan memberikan beberapa pertanyaan (biasanya berupa pilihan) yang akan dijawab oleh warga tersebut sesuai dengan kondisinya. Setelah semua pertanyaan terjawab, maka sistem akan mengeluarkan solusi (misalkan: jenis penyakit apa yang diderita, serta jenis obat/tanaman apa yang dapat menyembuhkan). Namun, sistem ini tentu tidak menjamin 100% hasil yang akurat, sehingga solusi tersebut hanya digunakan sebagai salah satu saran dalam pengambilan keputusan.

Rencana Implementasi

1. Diadakan survey mengenai beberapa bidang penting yang dibuat sistem pakarnya terlebih dahulu.

2. Setelah itu, diadakan juga penelitian mengenai berbagai masalah yang umum terjadi pada bidang tersebut. Masalah-masalah tersebut lantas ditanyakan kepada para ahli sehingga menghasilkan solusi untuk masalah itu berdasarkan pengetahuan dan pengalaman para ahli. Pengetahuan para ahli ini lalu disimpan ke dalam suatu database khusus Sistem Pakar.

3. Dibuat suatu website sebagai media penggunaan sistem pakar, yaitu http://www.sipandai.org. Dalam website ini, ada beberapa fasilitas yang diberikan, di antaranya adalah:

– Tanya Jawab : di mana pengguna akan ditanya oleh sistem mengenai keluhan/pertanyaan yang mereka ingin tahu solusinya. Lalu sistem akan mengeluarkan solusi yang ada.

– Feed back: merupakan fasilitas di mana warga dapat menyalurkan pendapat mereka sehubungan dengan sistem pakar ini (baik dari sisi solusi, hasil dari pelaksanaan solusi yang diberikan, maupun pelaksanaan sistem itu sendiri)

– Forum: merupakan fasilitas untuk saling bertukar pikiran antar pengguna. Diharapkan dengan adanya forum ini, jika ada informasi terbaru, sesama pengguna dapat berbagi tanpa harus menunggu pengembangan sistem pakar itu sendiri.

– Video Conference: merupakan fasilitas tatap muka antara warga desa dan para ahli, tentu sesuai dengan perjanjian waktu antara kedua belah pihak.

4. Untuk tahap awal implementasi, tiap desa dibimbing oleh petugas yang akan mengajarkan cara menggunakan sistem pakar tersebut sehingga diharapkan setelah waktu tertentu, warga desa dapat secara mandiri menggunakan sistem ini. Bahkan dapat membantu desa-desa di sekitarnya yang masih belum dapat menjalankan.

5. Dalam periode tertentu, database pengetahuan dalam sistem ini diupdate dengan cara menghubungi dan melakukan survey ulang kepada para ahli.

Benefit

1. Warga desa tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk melakukan ‘konsultasi’ terhadap para pakar. Hal ini juga dapat mendorong terjadinya transfer pengetahuan yang lebih cepat.

2. Para ahli juga dapat menerima input dari masyarakat pengguna yang memberikan feed back untuk mengembangkan pengetahuan sehingga sistem pakar yang ada dapat lebih baik.

3. Dapat meningkatkan taraf hidup warga desa (baik dalam bidang yang menjadi topik sistem pakar, maupun dalam hal penggunaan teknologi), sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia secara keseluruhan.