Dunia ini terdiri dari 6 miliar orang, suatu jumlah yang sangat banyak. Manusia juga merupakan makhluk individu yang unik, di mana tidak mungkin ada dua orang manusia yang sama persis (baik karakteristik maupun sifatnya), sehingga dapat dikatakan, terdapat 6 miliar keunikan di dunia ini.

Perbedaan tersebut dapat memperkaya dunia ini, sama halnya dengan taman bunga yang akan semakin indah seiring dengan bunga yang beraneka ragam di dalamnya. Namun, perbedaan, sama halnya dengan hampir semua hal di dunia ini, juga datang dengan faktor lain yang kontras, yaitu sebagai faktor pembeda, selain faktor yang dapat memperindah hubungan. Ibarat koin, di satu sisi, perbedaan dapat menjadi keindahan, namun di sisi lain, perbedaan juga dapat menjadi faktor pemecah. Akan menghadap ke mana sisi koin tersebut, sangatlah tergantung dari persepsi manusia sendiri.

Sudah sangat sering kita melihat terjadi perpecahan hanya karena perbedaan yang sudah tidak dapat dikompromikan lagi, walaupun sesungguhnya jalur kompromi itu selalu ada. Terkadang, kita terlalu memaksakan kehendak kita dan menjadi gelap mata dengan jalan kompromis yang ada.

Terlepas dari berbagai masalah yang ada, sesungguhnya, di dunia ini, masih banyak hal yang menunjukkan bahwa perbedaan sesungguhnya merupakan hal yang indah.

Contoh event dunia yang berusaha merangkul perbedaan dan menjadikannya persaudaraan:

Olimpiade

Siapa yang tidak kenal dengan event Olimpiade, yang sampai saat ini merupakan event terbesar di bidang olahraga yang mengajak semua bangsa di dunia berpartisipasi dan turut serta dalam ajang ini. Kompetisi yang diadakan tidak hanya berlandaskan pada persaingan saja. Selain itu, juga terdapat semangat persaudaraan yang erat, dan sportivitas yang tinggi. Lihatlah lambang dari olimpiade itu sendiri, di mana terdapat 5 warna yang masing-masing mewakili benua di bumi ini. Hal ini menandakan dunia juga mengakui adanya perbedaan dan melihat adanya unsur keindahan di dalamnya, bukan untuk membeda-bedakan.

World Cup

Cabang yang popularitasnya tidak terlalu jauh dengan Olimpiade tentu saja adalah Piala Dunia (World Cup) untuk cabang Sepakbola. Harus diakui bahwa sepakbola merupakan olahraga dengan jumlah penonton dan penggemar terbanyak di muka bumi ini. Salah satu kebijakan FIFA (otoritas tertinggi sepak bola dunia) untuk mengakomodasi perbedaan yang ada adalah dengan menggilir benua penyelenggara piala dunia. Sebagai contoh, tahun 1998, Benua Eropa mendapat kehormatan dengan Prancis menjadi tuan rumah. Selanjutnya, diikuti oleh Jepang-Korea yang mewakili Asia pada 2002, Jerman pada 2006, dan terakhir diadakan di Afrika Selatan pada tahun 2010. 4 tahun lagi, kita akan menikmati World Cup 2014 di benua Amerika, tepatnya di Brazil.

Shanghai World Expo

Acara ini merupakan acara yang menunjukkan beragam kebudayaan dari hampir seluruh negara di dunia yang berpartisipasi di dalamnya. Tiap negara akan memperoleh tempat untuk ‘memamerkan’ negaranya, entah itu kebudayaan, maupun produk yang khas dari suatu negara.

Indonesia sendiri juga turut aktif dalam acara ini.

Selain itu, masih terdapat beberapa gambar paviliun lainnya, di antaranya:

Paviliun China
Paviliun Jerman

Ubud Writers and Readers Festival

Festival yang diadakan di Ubud, Bali ini merupakan festival yang mempertemukan penulis dan pembaca dalam satu wadah, di mana penulis yang diundang berasal dari mancanegara, di antaranya dari Asia Tenggara, Australia, dan negara lain, selain tentu berasal dari Indonesia sendiri. Tema dari UWRF (singkatan dari Ubud Writers and Readers Festival) tahun ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, atau diterjemahkan menjadi Harmony in Diversity oleh panitianya. Dari tema yang dipilih saja, kita dapat melihat bahwa akan terjadi banyak perbedaan di dalam acara tersebut, namun perbedaan yang mengindahkan dan memperkaya, bukannya malah memecah belah.

Terlepas dari ke empat acara yang diadakan di atas, sesungguhnya masih banyak lagi acara yang berlandaskan pada semangat Unity in Diversity, Kesamaan di dalam Keragaman. Seharusnya, keragaman dan perbedaan mampu dipelihara sehingga memperkaya dunia tempat kita tinggal.