Saat ini, web 2.0 berbasis community sudah semakin terasa dekat dalam kehidupan pengguna internet. Setiap pagi, ketika baru bangun tidur, yang mereka lihat adalah berbagai news feed maupun tweet dari dua situs social media yang paling banyak digunakan saat ini, Facebook dan Twitter. Ketika akan tidur di malam hari, tidak lupa mereka memberikan salam dan ucapan perpisahan di status mereka. Berbagai berita pun terasa lebih mudah diperoleh dan lebih cepat dikabarkan via social media, baik dari FB (Facebook), Twitter, maupun berbagai blog yang bervariasi, dari cerita sehari-hari hingga tema yang fokus dan detail (misalkan teknologi, sastra, musik, dll). Fenomena ini tidak hanya dijumpai di Indonesia saja, namun hampir di semua belahan dunia.

Mengenal Social Media

Sebelumnya, kita perlu mengetahui apakah itu Social Media ? Social media merupakan media *baru* yang digunakan untuk bersosialisasi, terutama menggunakan internet, sehingga proses sosialisasi dapat menjadi lebih mudah dan lebih luas, seluas internet itu sendiri (tanpa terhalang batas geografis), selama pengguna terkoneksi dengan internet. Seiring dengan murahnya harga internet dan komputer, maka pengguna internet pun semakin besar, sehingga jumlah pengguna social media juga meningkat. Selain itu, kenaikan penggunaan social media secara drastis juga didukung oleh internet mobile broadband yang disediakan oleh berbagai operator telekomunikasi dan kemajuan teknologi mobile phone/handphone, sehingga jika seseorang ingin berinteraksi via social media, dia cukup menggunakan handphone yang kecil dan cukup diletakkan di kantong, tanpa perlu membawa komputer.

XL, salah satu operator mobile broadband, yang juga saya gunakan

Beberapa website paling populer untuk keperluan social media adalah:

1. Facebook

Facebook, hingga saat ini, merupakan social media paling populer, di mana pengguna facebook di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 28 juta pengguna (diambil dari situs Internet World Stats). Pengguna internet total di Indonesia mencapai 30 juta, yang berarti sekitar 90% pengguna internet juga memiliki akun facebook. Hal ini menandakan penetrasi facebook bagi pengguna internet di Indonesia sudah sangat banyak, bahkan hampir semua pengguna memiliki akun, terlepas dari tingkat keaktifan mereka. Hingga saat ini, Indonesia menempati ranking 2 daftar jumlah pengguna facebook, walaupun masih terpaut jauh dengan rank 1, Amerika Serikat. Namun, Indonesia berhasil melampaui negara maju seperti Inggris dan Prancis (informasi dapat dilihat di sini)

Fasilitas utama facebook adalah social media, seperti update status, menulis di wall orang lain (sejenis percakapan untuk orang lain), event (membuat undangan untuk event tertentu, di mana kita juga dapat mengundang teman-teman). Selain itu, juga ada fasilitas upload photo, tag photo, photo album, upload video, bahkan advertising via facebook, yang lebih dikenal dengan istilah Facebook Ads yang sistemnya menyerupai Google AdSense yang sangat terkenal.

2. Twitter

Twitter berbeda dengan Facebook. Fasilitas utama Twitter adalah micro blogging, di mana fitur utamanya adalah user dapat melakukan update status. Namun, saat ini, media Twitter juga dapat digunakan sebagai media percakapan antar user. Selain itu, banyak sekali public figure dan artis di Indonesia yang aktif menggunakan Twitter. Hal ini dapat digunakan sebagai media interaksi dari public figure tersebut kepada idolanya. Contoh nyata dari hal ini adalah banjirnya twitter bernada protes kepada para juri IMB, @sarseh milik Sarah Sechan, @addiems milik Addie MS, dan @titisjuman milik Titi Sjuman. Fenomena ini cukup menarik, dan dapat mendekatkan idola dan penggemarnya.

Hingga saat ini, user dan jumlah tweet di Indonesia sudah mencapai ranking 3 dunia, setelah pengguna di Amerika Serikat dan Brazil. Berita lengkap dapat dilihat di sini.

3. Blog


Blog sudah menjadi ‘area menulis’ yang cukup lama dikenal sejak beberapa tahun lalu. Pada awalnya, web log atau lebih dikenal sebagai blog merupakan tempat di mana seseorang dapat menuliskan semua hal yang ingin dituliskannya dan dapat dilihat oleh orang lain sebagai pembaca. Lambat laun, blog mulai berubah fungsi, tidak hanya sekedar menjadi tempat menuangkan ide atau menuliskan kisah sehari-hari. Blog mulai berubah menjadi website community, tempat interaksi dan sosialisasi, bahkan media e-commerce.

Pemanfaatan Social Media di Indonesia

1. Sebagai media bersosialisasi

Fungsi utama dari social media tentu adalah bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini dilakukan dengan mengupdate status, memberikan wall atau komentar, atau mengupload foto/video. Facebook sendiri menyediakan fasilitas friend finder yang cukup baik. Contohnya, jika kita memasukkan nama sekolah dengan benar, maka kita dapat dengan mudah mengetahui daftar orang yang sekolahnya sama dengan kita. Hal inilah yang membuat berjuta-juta orang dapat menemukan teman-teman masa kecil/sekolah mereka, dan merasa sangat senang karena dapat bernostalgia.

2. Keperluan iklan/marketing

Saat ini, media social media sudah banyak digunakan untuk keperluan iklan ataupun marketing. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan tweet untuk twitter ataupun menggunakan update status di Facebook. Dengan kedua cara tersebut, maka kemungkinan besar, iklan akan dibaca oleh hampir semua teman/follower di Twitter maupun Facebook. Selain itu, untuk keperluan iklan dan marketing ini, biaya yang dibutuhkan hanyalah biaya internet saja, tanpa perlu membayar biaya lain untuk periklanan. Tentu saja hal ini cukup membantu dari sisi penekanan biaya iklan. Efektifitas dari iklan ini tergantung dari jumlah friend yang dimiliki.

Untuk fasilitas yang lebih canggih, Facebook menyediakan fasilitas Facebook Ads, seperti contoh di bawah ini:

Contoh Facebook Ads

Facebook Ads menyerupai Google Ads pada sisi konsep, di mana pengguna Facebook juga dapat mengupload iklan mereka dengan cara create Ads, dan sistem pembayaran akan dilakukan dengan sistem tertentu (kemungkinan pay per click atau pay per view). Iklan yang ditampilkan juga dapat diatur sesuai dengan target marketing yang diinginkan oleh pemasang iklan.

3. E-commerce/perdagangan elektronik memanfaatkan social media

Blog dan Facebook saat ini mulai berubah fungsi menjadi etalase online untuk menjual barang. Pada Facebook, fasilitas utama yang digunakan sebagai etalase adalah Photo Album, di mana semua foto produk akan diletakkan pada album tersebut. Hal ini berlaku untuk mereka yang akan menjual produk berupa barang. Jika produk yang ditawarkan berupa jasa, maka Photo Album juga dapat dijadikan tempat meletakkan portofolio. Selain Album, Wall juga dapat digunakan untuk media komunikasi/bertanya-jawab antar penyedia dan pengguna jasa.

Berikut merupakan contoh penggunaan Facebook oleh teman saya, Daniel, yang menerima jasa fotografi atas nama V Lite Photography.

Penggunaan Album untuk Portofolio

Wall untuk Komunikasi Pengguna - Penyedia Jasa

Contoh Etalase Online Store

Keunggulan utama dari toko online ini tentunya adalah biaya toko/etalase secara fisik yang dapat diminimalisasikan, bahkan hingga mencapai 0 rupiah (hanya perlu membayar biaya internet saja). Tentu ini menjadi hal yang dapat dimanfaatkan oleh kaum wirausaha terutama yang modalnya sedikit.

4. Distribusi Berita

Fungsi distribusi berita via social media saat ini sudah mengalahkan distribusi berita konvensional baik melalui koran maupun televisi/radio. Saat ini, masing-masing dari kita dapat menjadi jurnalis dan menyebarkan berita dengan cepat memanfaatkan social media (misalkan update status via Facebook dan Twitter). Penerimaan berita pun lebih cepat dan real time, karena jalur distribusi yang sangat cepat, hanya membutuhkan koneksi internet, mobile phone, dan aplikasi social media. Tentu saja, keabsahan berita via social media juga harus sangat diperhatikan dengan sungguh-sungguh, mengingat tidak adanya jaminan bahwa setiap berita yang diupdate adalah benar sesuai fakta, tanpa dibuat-buat oleh pengirim berita.

5. Kontrol Sosial

Kontrol Sosial erat kaitannya dengan berbagai aksi di social media terkait dengan berbagai peristiwa sosial ataupun peristiwa lain yang sedang menjadi perhatian utama masyarakat. Contoh nyatanya adalah Kasus Prita vs salah satu rumah sakit Internasional. Kasus ini menjadi heboh ketika Prita yang menuliskan komplain terhadap pelayanan rumah sakit, malah dituntut oleh Rumah Sakit tersebut dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bahkan, Prita dituntut dengan hukuman denda yang nominalnya sangat besar.

Kasus ini mengundang keprihatinan sangat luas oleh masyarakat. Salah satu inisiatif yang digalang adalah adanya account Facebook COIN FOR PRITA, di mana masyarakat turut bersimpati dengan menyumbangkan sejumlah uang untuk membayar denda yang seharusnya dibayar oleh Prita terkait kasusnya. Selain kasus Prita, masih banyak contoh kontrol sosial yang dilakukan via social media, terutama dalam mengadakan petisi untuk melakukan protes terhadap suatu hal tertentu. Contoh-contoh tersebut merupakan salah satu contoh di mana social media dapat menjadi alat kontrol peristiwa/kejadian sosial.

Facebook Coin for Prita

6. Interaksi dengan penggemar (bagi public figure)

Sehubungan dengan banyaknya artis maupun public figure yang menggunakan twitter, maka jarak antara artis dan idolanya saat ini sudah semakin sempit. Penggemar dapat dengan mudah menyapa langsung sang artis, tanpa harus melalui jalur berliku seperti era sebelumnya. Hal ini juga dapat meningkatkan loyalitas penggemar terhadap artis jika sang artis dapat menjadi teman yang baik.

Contohnya, Alice Norin, artis yang juga cukup aktif ber-Twitter ria dan dekat dengan penggemarnya

Salah satu Tweet Alice Norin

Dari berbagai manfaat social media, manfaat yang dirasakan terutama adalah yang berkaitan dengan bidang ekonomi/perdagangan yang bersifat e-commerce. Semakin banyak toko online yang menggunakan Facebook ataupun Blog sebagai media etalase. Semoga saja e-commerce di Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.