Memasuki tahun 2011, di penghujung tahun 2010 ini, harus diakui bahwa saat ini, kemampuan handphone/telepon genggam sudah semakin menyamai komputer. Contoh nyata saja, jika pada beberapa tahun lalu, kita sudah dapat berkomputer dengan nyaman, dengan kemampuan prosesor sekitar 600Mhz (sekitar jaman pentium 3), maka saat ini, sudah tidak susah ditemukan smartphone yang dilengkapi dengan prosesor dengan kinerja 1 Ghz. Wow!. bahkan komputer jaman dulu saja sudah kalah cepat nih.

Perkembangan software mobile sendiri juga tidak kalah cepatnya. Banyak sekali aplikasi yang sudah dibuat untuk mobile dengan berbagai OS. Dalam hal ini, tentunya Microsoft sendiri tidak ketinggalan dengan Windows Phone-nya. Setahu saya sih, aplikasi mobile app untuk Windows Phone dapat dibuat dengan tools Microsoft Visual Studio. Nah, mengetahui hal tersebut, tentu saja, kita juga dapat me-migrasikan hal-hal yang biasanya kita lakukan dengan komputer, ke smartphone tersebut.

Salah satu ide yang terpikir oleh saya adalah, membuat sistem m-learning yang merupakan evolusi lebih lanjut dari e-learning. Ya, kalo di dunia perbankan sih, kita sudah mengenal e-banking (melakukan kegiatan banking via internet) dan m-banking (melakukan kegiatan banking via mobile phone ).. Lantas, kalo e-banking saja sudah bisa dilengkapi dengan m-banking, pikir saya sih, e-learning tentu bisa dikembangkan dengan m-learning donk🙂

Kenapa sih kok kita perlu mengembangkan sistem m-learning dengan menggunakan handphone sebagai perangkat utama ?

  • Handphone relatif lebih murah dan terjangkau dibandingkan dengan komputer bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
  • Sumber energi yang dibutuhkan oleh handphone relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan komputer. Dengan demikian, paling tidak, kita sudah turut mensukseskan gerakan hemat energi :) 
  • Mobilitas dari handphone. Materi dapat dibaca dan dilihat di manapun dan kapanpun, selama terdapat jaringan telekomunikasi.
  • Seiring dengan banyaknya operator telekomunikasi di Indonesia, jaringan telekomunikasi mobile merupakan jaringan yang mencakup hampir semua wilayah Indonesia. Ini seiring dengan semangat pemerataan pendidikan di Indonesia, yang harusnya dapat mencapai semua daerah Indonesia.

Operasional

Nah, lalu bagaimana operasional nya ? M-Learning ini pun saya bagi menjadi dua, yaitu:

1. Multimedia based, yang lebih diutamakan bagi mereka yang masih sanggup untuk membeli smartphone, yang minimal dilengkapi dengan JavaME. Yang dimaksud dengan M-Learning multimedia adalah materi yang diberikan bersifat interaktif sehingga dapat lebih mudah dimengerti dan menarik bagi penggunanya. Media yang digunakan bisa beberapa macam, yaitu: mobile application, animasi (semacam flash), ataupun via website tertentu.

Nah, misalkan aplikasi multimedia yang dibuat adalah aplikasi tentang Fisika,misalkan tentang pemantulan benda. Maka, dapat dibuat aplikasi sejenis simulasi, di mana pengguna dapat mencoba-coba sendiri. Tentu, teori-teori dasar harus diberikan di sana sebagai penjelasan.

2. Lalu, bagi mereka yang kurang beruntung dan hanya punya handphone hitam putih yang hanya bisa SMS, gimana ? M-Learning yang disediakan untuk mereka adalah text-based. Jadi, dalam kasus ini, materi-materi M-learning akan diberikan dalam bentuk teks yang dikirim via sms.

Misalkan saja, pengguna ingin mengambil materi tentang pelajaran Sejarah Majapahit. Maka, sejumlah SMS yang berkaitan dengan materi tersebut akan dikirimkan ke handphone yang meminta materi.

Sistem distribusi materi yang dapat dipilih adalah

– Subscriber : pengguna dapat berlangganan layanan M-Learning ini. Setiap ada materi baru yang dibuat akan diberitahukan kepada pelanggan.

– Menyediakan topik dan tema untuk dipilih sendiri oleh user. Operator telekomunikasi menyediakan SMS gateway untuk menangani permintaan. Misalkan, pengguna meminta materi sejarah dengan mengirim M-LEARN SEJARAH. Lalu, akan dibalas dengan SMS yang berisi daftar lengkap materi yang berkaitan dengan Sejarah, yang dapat dipilih oleh user.


Untuk menjamin integritas dan kualitas materi yang disampaikan, saya lebih setuju apabila pengadaan materinya ditangani langsung oleh Depdiknas,atau lembaga lain yang ditunjuk secara resmi oleh Depdiknas.

Oh ya, M-Learning ini akan digratiskan, atau dilaksanakan sebagai program pemerintah. Tujuannya jelas, memastikan bahwa M-Learning ini dapat diakses oleh semua warga negara Indonesia tanpa kecuali, tanpa adanya alasan klise sebagai penghalang, yaitu masalah dana. Semua SMS dan traffic data yang digunakan oleh program M-Learning ini akan gratis dari biaya. -> Untuk hal ini, saya rasa, pemerintah bisa melakukan perjanjian dengan operator-operator telekomunikasi. Misalkan, dengan memberi jatah setiap pengguna 2000 SMS, atau 100MB data per bulannya. Nah, kalo bagi operatornya sendiri sih, anggap saja ini program CSR (Corporate Social Responsibility). Jadi, bayangan saya, program ini adalah program kerja sama antara Depdiknas (sebagai penyedia materi pengajaran) dan Depkominfo (sebagai penyedia/pengatur jaringan telekomunikasi).

Post ini dibuat untuk mengikuti lomba Microsoft Bloggership 2011. Link selengkapnya dapat dilihat di sini.